“Jika ekosistem tersebut terbentuk, manfaat ekonominya akan jauh lebih besar. Kertajati tidak hanya menciptakan lapangan kerja bagi teknisi, tetapi juga mendorong tumbuhnya perusahaan komponen, jasa rekayasa, logistik, pendidikan vokasi dan penelitian,” katanya.
Ia juga menekankan pentingnya investasi asing. Namun, investasi tidak boleh berhenti pada pembangunan fasilitas dan penciptaan lapangan kerja. Investasi harus menjadi instrumen untuk memastikan terjadinya transfer kemampuan kepada sumber daya manusia dan industri nasional.
Pelatihan teknisi, sertifikasi tenaga kerja, pengembangan kemampuan engineering, keterlibatan industri nasional serta penguasaan teknologi harus menjadi bagian dari desain kerja sama.
“Ukuran keberhasilan investasi bukan hanya berapa besar modal yang masuk, tetapi berapa besar kemampuan yang menetap di Indonesia setelah investasi tersebut berlangsung,” tegasnya.













