Budhi menjelaskan, pengalaman sejumlah negara menunjukkan bahwa pusat MRO yang kompetitif tidak cukup hanya mengandalkan hanggar dan landasan. Diperlukan ekosistem yang mencakup tenaga kerja terampil, sertifikasi internasional, kemampuan rekayasa, industri komponen, logistik, pendidikan, riset, hingga kepastian regulasi.
Brasil, Malaysia, Singapura, Maroko, Meksiko hingga Afrika Selatan menjadi contoh negara yang mengembangkan MRO sebagai bagian dari ekosistem industri kedirgantaraan. Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa, MRO dapat berkembang menjadi pintu masuk menuju penguasaan teknologi, manufaktur komponen, pendidikan vokasi dan jasa rekayasa.
*Kertajati Jangan Sekadar Jadi Tempat Perawatan Pesawat*
Menurut Budhi, konsep pengembangan Kertajati perlu diperluas dari sekadar fasilitas perawatan pesawat menjadi aerospace cluster yang mengintegrasikan MRO sipil dan militer dengan pendidikan, pelatihan, engineering, riset, industri komponen, pengujian dan sertifikasi.













