Untuk mengatasi situasi ini, Taiwan juga membentuk tim antipenipuan lintas pemerintah nasional yang bertujuan melakukan operasi pencegahan, penyelamatan, serta penyelidikan yang intensif untuk menghentikan lebih banyak warga Taiwan yang menjadi korban atau bagian dari penipuan.
Alhasil, sampai dengan Juli sebanyak 2023, 478 korban telah berhasil diselamatkan.
Berita tentang situasi ini telah menarik perhatian dunia internasional, dan kepolisian di Eropa, AS, Asia Tenggara, dan negara-negara lainnya di mana mereka memberikan tingkat kewasapadaan lanjut akan ancaman kejahatan baru ini yang melibatkan korban dari berbagai negara.
Dengan demikian, menggabungkan sumber daya internasional dan melakukan penyelidikan secara kolaboratif akan mendorong semua pihak untuk mampu menegakkan hukum dan mengatasi masalah keamanan global tersebut.













