• DISCLAIMER
  • PEDOMAN MEDIA CYBER
  • TENTANG KAMI
  • REDAKSI
  • Contact Us
Rabu, Oktober 21, 2026
  • Login
Bedanews
Advertisement
  • TNI-POLRI
  • Headline
  • Ragam
  • News
  • Politik
  • Edukasi
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Karya
  • Profil
No Result
View All Result
  • TNI-POLRI
  • Headline
  • Ragam
  • News
  • Politik
  • Edukasi
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Karya
  • Profil
No Result
View All Result
Bedanews
No Result
View All Result

Home ยป Kereen, Fieldtrip Religiositas Ajarkan Ekoteologi Siswa SD Karangturi Semarang

Kereen, Fieldtrip Religiositas Ajarkan Ekoteologi Siswa SD Karangturi Semarang

Asep Budi by Asep Budi
20 Oktober 2026
in News, Ragam
0
0
SHARES
1
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

 

UNGARAN || Bedanews.com – Melalui kegiatan fieltrip Religiositas di DWKP (Desa Wisata Kreatif Perdamaian) hari ini, anak-anak SD Karangturi diajarkan untuk saling menghargai perbedaan dalam keberagaman, juga mencintai Alam”.

Demikian disampaikan oleh Kepala SD Karangturi, Eko Margiati, melalui Wakil Kepala bidang Kurikulum, Widiyanto, saat memberikan sambutan di aula joglo DWKP, Selasa (20/10/2026).

Senada disampaikan oleh salah satu guru agama, Ustadz Noor Salim, kepada sejumlah awak media usai giat. Dia menyampaikan bahwa, pembelajaran Ekoteologi penting bagi siswa.

BeritaTerkait

Gereja Hadir di IKN, Romo Yos: Pembangunan Harus Berpihak pada Martabat Manusia

20 Oktober 2026

Dari Keluhan Jadi Senyuman, Kepala BKN: ASN Kota Serang Harus Bisa Beri Solusi Bagi Warga

20 Oktober 2026

“Ekoteologi memadukan antara praktek kehidupan beragama dengan kesadaran ekologis, diharapkan anak memiliki kepedulian terhadap keberlangsungan lingkungan alam sekitar,” ujar Ustadz Salim guru agama Islam.

Salah satu siswa, Ganendra, menyampaikan rasa senangnya. “Pokoknya JOS-JIS, saya dan teman-teman senang sekali, bisa menanam bersama, berdo’a 6 Agama juga hiling ke alam perbukitan,” kata Gane siswa kelas 3b.

Hadir mendampingi acara fieltrip Religiositas, 6 guru lintas agama, wali kelas, BK serta narasumber.

Acara diawali dengan do’a lintas agama, materi Religiositas, menanam dan refleksi. Secara berurutan, para narasumber menyampaikan sebagai berikut:

– PERTAMA, Agama Islam oleh Ustadzah, Desi Natalia. Dia menjelaskan bahwa, Islam ajarkan mencintai alam sebagai ciptaan Allah, melarang merusaknya. QS. Al A’raf ayat 56.

“Dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi setelah (diciptakan) dengan baik”.

– KEDUA, Agama Kristen oleh Bapak Estu. Disampaikan bahwa, Kristen mengajak peduli terhadap Alam, sebagaimana dalam kitab kejadian pasal 2 ayat 15.

“Lalu Tuhan mengambil manusia itu dan menempatkannya dalam taman Eden untuk mengusahakan dan memelihara”.

– KETIGA, Agama Katolik oleh Bapak Nico, menyampaikan pesan untuk muliakan Tuhan dengan tindakan kasih terhadap sesama.

Sebagaimana dalam Markus 12:31, “Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Tidak ada hukum lain yang lebih utama daripada kedua hukum ini.”

– KEEMPAT, Agma Hindu oleh Ibu Lestari Putri. Ajaran Tri Hita Karana, Alam ibarat Ibu, sudah menyediakan sesuatu yang dibutuhkan manusia, maka harus sayang dan menjaga.

“Dahulu kala, Prajapati menciptakan manusia bersama dengan yadnya”.

– KELIMA, Agama Budha oleh Ibu Rinda, menegaskan bahwa, bumi adalah rumah kita, maka harus bisa hidup berdampingan, apa yang kita perlakukan terhadap alam akan kembali ke manusia.

Hal itu tercantum dalam Kitab Tipitaka, Karaniya Metta Sutta,
mengajarkan untuk memancarkan cinta kasih tanpa batas ke segenap alam semesta.

– KEENAN, Agama Konghucu oleh Lause Andi. Aktifis Matakin ini menyampaikan bahwa, agama Konghucu mengajarkan mensyukuri anugerah Tuhan. Contoh sederhana menjaga alam dengan menghabiskan makanan.

Dalan Kitab Li Ji, dijelaskan, “Sekali memotong pohon, sekali menyembelih hewan tidak pada waktunya, itu melanggar laku bakti.”

“Sebuah pesan khusus; “10 tahun membuat hutan, 100 tahun mendidik manusia”,” ungkas Andi. (Red).

Previous Post

Kuatkan Jiwa Kebangsaan Pelajar, Satgas TMMD ke-130 Kodim 1808/Mansel Edukasi Siswa SMA Negeri 1 Ransiki

Next Post

Cermin Retak di Kedai Kopi: Menakar 7 Dosa Sosial Gandhi di Tanah Air

Related Posts

Ragam

Gereja Hadir di IKN, Romo Yos: Pembangunan Harus Berpihak pada Martabat Manusia

20 Oktober 2026
Ragam

Dari Keluhan Jadi Senyuman, Kepala BKN: ASN Kota Serang Harus Bisa Beri Solusi Bagi Warga

20 Oktober 2026
Ragam

Paradoks Kekuasaan: Refleksi Dan Rekonstruksi Politik Hukum Dalam Dua Tahun Pemerintahan Prabowoโ€“Gibran (2024โ€“2026)

20 Oktober 2026
Ragam

Cegah Resistensi Antibiotik, RSUD Kapuas Tingkatkan Pemahaman Tenaga Kesehatan

20 Oktober 2026
Ragam

Bangun Kamtibmas Kondusif, 22 Tim Pelajar Ramaikan Bekasi Student Futsal Cup 2026

20 Oktober 2026
Edukasi

Kadis Dadang Komara Bahas Gempar di Media Centre Disnaker Kab. Bandung

20 Oktober 2026
Next Post

Cermin Retak di Kedai Kopi: Menakar 7 Dosa Sosial Gandhi di Tanah Air

JDIH DPRD Kota Cimahi

LPKL

BEDA Itu pilihan

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA

MFC - Bedanews.com ยฉ 2021

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result

MFC - Bedanews.com ยฉ 2021