Oleh: Syafi’i
JAKARTA || Bedanews.com – Kepada hati nurani dimanapun kamu berada: di gedung pencakar langit atau di gubug sempit; di pasar saham atau di pasar ikan; di pasar modern dan mall megah atau di pasar tradisional, di ladang dan di sawah; di pusat-pusat pemerintahan atau di pos-pos ronda malam; di kafe-kafe mewah atau di warung-warung kopi jalanan Desa.
Wahai pemilik hati nurani siapapun dirimu: pejabat, aparat, pemangku adat atau rakyat; politisi, akademisi, atau musisi; pengusaha, pengacara, pemuka agama, atau komika; youtuber atau influencer; kelompok elit atau kawula alit. Apakah kamu tidak mendengar jeritan ibu pertiwi? Apakah kamu tidak melihat kapal Indonesia bocor dimana-mana dan lajunya mulai oleng? Apakah kamu tidak merasakan luka rakyat yang tersayat oleh ketimpangan dan ketidakadilan? Lantas mengapa masih berdiam diri seolah negeri ini baik-baik saja? Mengapa tidak segera bergerak mencegah kerusakan yang lebih parah? Mengapa tidak bertindak nyata menambal lubang-lubang yang menganga? Mengapa tidak segera turun meluruskan demokrasi yang pincang, hukum yang bengkok? Apakah menunggu kapal ini benar-benar karam? Apakah menunggu negeri ini benar-benar bubar baru sadar? Penyakit negeri ini sudah sangat kronis.











