Doni termasuk yang memperhatikan bahwa setiap hari Yuri tampil mengenakan batik berbeda, selaras dengan masker yang dikenakan.
“Akhirnya saya juga tahu, ternyata baju-baju batik serta masker itu adalah jahitan langsung tangan istrinya. Pak Yuri juga gemar melukis. Jadi beberapa motif batik yang ia kenakan itu adalah hasil goresan tangan pak Yuri, terutama yang motif harimau,” cerita Doni.
Selama kurang lebih empat bulan bertugas sebagai juru bicara Gugus Tugas, Yuri mencatatkan tiga prestasi yang sangat mengagumkan. Pertama, tidak pernah absen. Itu artinya, tampil setiap hari tanpa pernah terjeda sehari pun. Kedua, tidak pernah terlambat. Ia selalu hadir minimal 30 menit sebelum acara dimulai pukul 15.30 WIB. Ketiga, tidak pernah sakit.
Doni menangkap kesan, sejak ditunjuk menjadi Jubir Covid, almarhum berusaha semaksimal mungkin memberi pelayanan terbaik untuk bangsa dan negara. Karena itu, beberapa kali Doni menegaskan kalimat; ihwal Yuri sebagai orang yang berjasa kepada bangsa, negara, dan rakyat Indonesia, karena dia bisa mengintegrasikan seluruh daerah untuk mengikuti perkembangan covid secara nasional.













