Bandung, BEDAnews
Kenaikan BBM yang telah ditetapkan pemerintah tidak mempengaruhi sektor pariwisata di Jawa Barat pada musim liburan sekolah saat ini. Plt Ketua STP Bandung Saiful Adi mengatakan kenaikan BBM hanya berimbas sementara dan tidak berkepanjangan. Bahkan, katanya, minat masyarakat di Indonesia sangat tinggi dalam berwisata.
“Minat berwisata masyarakat Indonesia di berbagai lapisan itu cukup baik. Meski begitu terkait kenaikan BBM para pelaku usaha banyak melakukan berbagai penghematan,” ujar Syaiful di Enhaii Hotel Jl. Setiabudi Bandung, Rabu (26/6/2013).
Penghematan yang dilakukan kata Syaiful diantaranya, mematikan lampu-lampu di siang hari yang dapat menghemat listrik. “Tapi kami yakin imbas kenaikan BBM ini hanya sementara,” kata Syaiful lagi.
Sementara itu, pagi tadi Jurusan Kepariwisataan Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Bandung menggelar seminar hasil Penelitian Lapangan Terpadu yang dilakukan sepanjang bulan Juni 2013. Kegiatan Seminar ini digelar selama 2 hari (26-27 Juni 2013) di Mandalawangi Convention Centre Kampus STP Bandung, Jl. Setiabudi.
Terkait kegiatan ini, Syaiful mengungkapkan bahwa penelitian ini merupakan hasil kerjasama dengan usaha pariwisata 6 provinsi diantaranya Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti Provinsi Riau, Pemerintah Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan Provinsi Sulawesi Selatan, Pemerintah Kabupaten Merangin Provinsi jambi, Pemerintah Kabupaten Ende, provinsi NTT, Taman Nasional Kelimutu Flores dan Taman Safari Indonesia, Bogor.
“Topik penelitian beragam seperti misalnya perencanaan Pengembangan Kawasan Karst Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan Provinsi Sulawesi Selatan,” kata Syaiful. (Lanie)











