Rektor USB YPKP, Dr. Didin Saepudin, menjelaskan bahwa kerja sama ini mencakup tiga aspek Tridharma Perguruan Tinggi: pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat.
“Sudan telah mengirim 6 mahasiswanya ke USB (1 S2 dan 5 S1). Ini adalah bukti kepercayaan mereka,” katanya.
Ke depan, kedua universitas akan menggelar _joint research_ dan _matching grant_ untuk studi komparatif kondisi pendidikan dan sosial di Indonesia-Sudan. “Kunjungan Dubes Sudan menunjukkan apresiasi terhadap reputasi USB. Kami optimis ini awal dari banyak kolaborasi lainnya,” pungkas Didin.
Menuju Pendidikan Tanpa Batas
MoU ini tidak hanya memperluas jaringan akademik USB YPKP tetapi juga memperkuat posisi Indonesia sebagai destinasi pendidikan inklusif bagi mahasiswa Afrika.













