Pada kesempatan itu, Fauzan Hasan menyampaikan bahwa, pelatihan ini tidak hanya menjadi wadah pengembangan keterampilan, tetapi juga sarana pemberdayaan masyarakat melalui penguatan ekonomi kreatif berbasis kerajinan daerah.
“Pelatihan ini diharapkan mampu meningkatkan keterampilan peserta dalam kerajinan wastra, mengembangkan kreativitas dalam menghasilkan produk bernilai seni, sekaligus membuka peluang usaha yang dapat mendorong kemandirian ekonomi masyarakat,” ujarnya.
Meronce selendang merupakan kegiatan menghias atau merangkai selendang menggunakan manik-manik, payet, mutiara, maupun ornamen lainnya dengan teknik tertentu sehingga menghasilkan produk wastra yang lebih indah dan memiliki nilai estetika tinggi.
Pada pelaksanaannya, peserta memperoleh pembekalan mulai dari pengenalan kerajinan meronce selendang, teknik dasar meronce, pemilihan bahan dan desain, hingga teknik aplikasi ornamen pada bahan kain. Melalui pelatihan tersebut, peserta didorong untuk menghasilkan produk kerajinan yang kreatif, inovatif dan memiliki nilai tambah ekonomi.













