“Tanpa ada berbagai kesiapan serta percepatan dukungan kebijakan dan anggaran, kondisi tersebut bisa menjadi masalah tersendiri yang kian membesar,” terangnya.
Sampai saat ini, lanjut Dhani, sejumlah Pemerintah Daerah telah menyatakan kesiapan membantu pembiayaan PPG GPAI Tahun 2022. Menurutnya, dengan adanya peserta yang dibiayai Pemda, maka lebih banyak lagi guru PAI yang bisa terakomodir tahun ini.
“Saat ini, sudah ada 127 Pemda yang mendukung pelaksanaan PPG GPAI di Indonesia. Adapun penyuplai dana terbesar pelaksanaan PPG GPAI adalah Pemkab Bogor,” jelas Guru Besar UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
Atas capaian prestasi yang membanggakan ini, Prof Mahmud menuturkan, “Saya berharap kita tidak boleh hanya berhenti sampai disini, tapi kita harus terus meningkatkan prestasi dan kualitas Guru PAI dalam rangka memajukan dan meningkatkan marwah Pendidikan Islam. Oleh karenanya saya berharap civitas akademika lebih menguatkan lagi untuk bagaimana prestasi-prestasi yang sudah ada kita pertahankan, yang belum kita dapatkan harus kita buat. Buat kita tidak ada prinsip siap untuk tertinggal, tetapi kita selalu punya prinsip harus dan berusaha untuk mengedepankan kebersamaan kita dalam rangka mencapai prestasi yang membanggakan,” tandasnya.













