Maka jika diamati perilaku para mahasiswa peserta kemah seminggu mahasiswa UGM, yang tanpa mengusik poin penting terkait ‘behavior of campus intellectual leaders’ atau perilaku para petinggi kampus UGM yang tendensius dalam satu dekade mengawal aib “ketidakjelasan Ijazah S-1 Asli Jokowi dari Fakultas Kehutanan UGM tentu terasa aneh dimata publik, atau kah para mahasiswa yang berkemah marwahnya sebagai intelektual ‘eks kampus elit’ ini, sudah disusupi arwah pencitraan ala Jokowi pra berkemah?”
Sehingga publik eksternal selaku masyarakat pemerhati Gerakan Politik Mahasiswa Episode Kemah seminggu’ di Balairung UGM ini menjadi tontonan yang lumayan menggelikan, karena antiklimaks daripada upaya perbaikan terhadap kerusakan moral para intelektual yang dipercaya mengelola “pabrik edukasi” pemimpin yang semestinya role model, tentu analogi kualitas ideal Perguruan Tinggi Negeri dengan segala eksistensi dan keprihatinannya serta peruntukannya tidak hanya khusus untuk mahasiwa UGM namun harus berdaya guna bagi seluruh bangsa ini.












