“Pasien baru kembali kontrol ke rumah sakit pada bulan Desember. Selama tiga bulan pascaoperasi tidak ada catatan atau keluhan yang disampaikan langsung ke kami. Jadi ada jeda cukup panjang dan baru diketahui adanya penyakit bawaan setelah kita lakukan MRI,” ujar dr. Kusnanto Saidi dalam konferensi pers, di RSUD Kota Bekasi, Selasa (1/7/2025).
Menanggapi permintaan keluarga agar Ratih dapat sembuh seperti sediakala, dr. Kusnanto menilai, harapan itu terlalu tinggi.
“Kami sudah berusaha maksimal. Tapi kami bukan Tuhan. Harapan untuk sembuh total tentu baik, tapi kondisi pasien memang berat,” ucapnya.
Lebih jauh, pihak RSUD juga menjelaskan bahwa, kelumpuhan yang dialami Ratih bukan disebabkan oleh operasi caesar, melainkan akibat penyakit spondylitis tuberculosis (TBC tulang belakang) yang baru terdeteksi kemudian. MRI menunjukkan kerusakan pada beberapa bagian tulang belakang, dari leher hingga pinggang, yang menekan saraf dan menyebabkan kelumpuhan.












