Sementara itu, komunitas yang beraliran teologis ingin mengubah Israel menjadi rezim yang religius, berdasarkan ajaran Yudaisme, dan eksklusif. Kedua kelompok itu masing-masing memiliki basis massa yang besar dan saat ini terpolarisasi menjadi dua kutub yang berseberangan. Potensi gesekan di antara kedua masa sangat besar karena berbedaan pandangan dan garis kebijakan.
Kedua, dukungan dari seluruh dunia yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap isu Palestina. Mereka terilhami dari perjuangan melawan apartheid di Afrika Selatan dengan membuat gerakan boikot, divestasi dan sanksi terhadap Israel dan para pendukungnya.
Aksi demonstrasi di berbagai universitas ternama terus mengguncang Amerika Serikat dan Eropa. Banyak warga ikut turun ke jalan demi untuk menyuarakan pembelaan terhadap Palestina yang terjajah.













