Kehadiran Pangkormar di tengah keluarga prajurit sekaligus menegaskan bahwa kekuatan Korps Marinir tidak hanya bertumpu pada ketangguhan tempur, tetapi juga pada soliditas, kebersamaan, serta doa dan dukungan keluarga yang menjadi sumber kekuatan moral dalam setiap pengabdian.
Korps Marinir menyatakan akan terus memperkuat pembinaan personel, hubungan antara pimpinan dan prajurit, serta keterlibatan keluarga dalam mendukung pelaksanaan tugas.
Tradisi pembaretan di Pantai Baruna pun menjadi momentum yang mempertemukan kebanggaan keluarga, kepedulian pimpinan, dan tekad pengabdian 752 prajurit muda. Di balik tegaknya seorang prajurit Baret Ungu, terdapat doa orang tua yang tak pernah berhenti, serta amanah besar untuk senantiasa menjaga kehormatan Korps Marinir dan kedaulatan NKRI.













