“Bagi kami yang penting komunikasi dan koordinasi. Karena ini melibatkan semua pihak, baik MUI, Kantor Urusan Agama, dan pesantren-pesantren yang ada di Bojongloa Kidul,” ungkap Aniya usai menerima trofi.
Selain itu, pembinaan intensif selama dua bulan juga menjadi salah satu usaha yang dilakukan. Dari 32 peserta yang dikirimkan, ada 20 piala yang berhasil dibawa pulang.
Berharap Juara Kedelapan Kalinya
Sementara itu, Ema Sumarna berharap ajang ini menjadi pembinaan yang baik bagi para kafilah agar Kota Bandung kembali mendapatkan tempat terbaik pada MTQ tingkat Jawa Barat tahun 2020 mendatang.

“Saya punya optimisme yang cukup rasional. Karena pola pembinaan di Kota Bandung menurut saya cukup baik. Pola pembinaan tidak haya dikosentrasikan untuk kejuaraan tetapi sudah menjadi program reguler,” ujar Ema.













