Sementara itu, Bhabinkamtibmas Desa Ngentrong, Aipda Joko Utomo, menambahkan bahwa, kegiatan Bersih Desa bukan sekadar pelestarian budaya, melainkan juga wadah memperkuat sinergitas lintas sektor. “TNI, Polri, dan pemerintah Desa harus terus bergandengan tangan dalam menjaga keamanan dan ketertiban. Lewat kebersamaan seperti ini, situasi Desa akan selalu kondusif,” katanya.
Rangkaian Bersih Desa tahun ini tidak hanya diisi dengan ziarah makam, tetapi juga kerja bakti membersihkan lingkungan, pemasangan umbul-umbul dan do’a bersama di balai Desa. Seluruh elemen masyarakat, mulai dari tokoh agama, perangkat Desa, hingga karang taruna, terlibat aktif dalam kegiatan yang berlangsung penuh kebersamaan tersebut.
Tradisi Bersih Desa Ngentrong dikenal sebagai salah satu agenda budaya yang masih terjaga di tengah arus modernisasi. Nilai-nilai kebersamaan, gotong-royong, dan penghormatan terhadap leluhur terus diwariskan agar tidak hilang oleh perkembangan zaman. “Kami ingin generasi muda tetap mengenal dan bangga pada tradisi lokalnya. Inilah warisan yang harus dijaga,” ujar Supriyadi.












