Sertu Budi Kurniawan menuturkan, Bersih Desa merupakan tradisi turun-temurun yang mengandung nilai luhur dan menjadi bagian dari identitas masyarakat pedesaan. “Bersih Desa bukan sekadar ritual tahunan, tetapi simbol rasa syukur masyarakat atas rezeki dan keselamatan yang diberikan oleh Tuhan Yang Maha Esa,” ujarnya.
Lebih lanjut, Babinsa yang dikenal aktif dalam pembinaan teritorial itu menegaskan bahwa, kehadiran TNI dalam kegiatan adat seperti ini bukan hanya bentuk dukungan terhadap pelestarian budaya, tetapi juga sarana mempererat hubungan dengan masyarakat. “Kami dari TNI selalu berkomitmen hadir di tengah rakyat. Tradisi seperti ini memperkuat semangat gotong-royong dan persaudaraan,” imbuhnya.
Kepala Desa Ngentrong, Nurhadi Sofwan, turut mengapresiasi sinergitas yang terbangun antara TNI, Polri, dan pemerintah Desa. Menurutnya, kehadiran Babinsa dan Bhabinkamtibmas dalam kegiatan sosial maupun adat memberi dampak positif bagi masyarakat. “Warga merasa lebih aman dan kompak karena didampingi aparat. Ini contoh nyata bahwa sinergi tiga pilar benar-benar dirasakan manfaatnya,” ungkapnya.












