• DISCLAIMER
  • PEDOMAN MEDIA CYBER
  • TENTANG KAMI
  • REDAKSI
  • Contact Us
Minggu, November 8, 2026
  • Login
Bedanews
Advertisement
  • TNI-POLRI
  • Headline
  • Ragam
  • News
  • Politik
  • Edukasi
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Karya
  • Profil
No Result
View All Result
  • TNI-POLRI
  • Headline
  • Ragam
  • News
  • Politik
  • Edukasi
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Karya
  • Profil
No Result
View All Result
Bedanews
No Result
View All Result

Home ยป Kata Camat: Warga Margaasih itu “Kuya”

Kata Camat: Warga Margaasih itu “Kuya”

Ki Agus by Ki Agus
26 April 2024
in Tak Berkategori
0
0
SHARES
1
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

KAB. BANDUNG || bedanews.com — Nyeleneh tapi tepat sasaran mengenai kehidupan warganya, seperti dikatakan Camat Margaasih Djoko Mardianto, Jum’at 26 April 2024, itu “Kuya” yang artinya, kelihatan dari luar Kumuh tapi Kaya.

Alasan Djoko, karena sebagian warganya itu dalam mencari kehidupan sehari-harinta dari limbah pelastik. Bahkan ada pula yang mempunyai pabrik pengolahan pelastik.

Jadi kalau masyarakat Kabupaten Bandung membutuhkan pelastik tidak perlu jauh-jauh membeli pelastik ke Bekasi, lanjutnya, di Margaasih ada tersedia.

“Inilah filosopi bagi kita semua, yang kumuh belum tentu miskin, begitu juga dengan warga Margaasih,” katanya usai Solat Jum’at di Al Fathu.

BeritaTerkait

Katim Wasev Apresiasi Satgas TMMD Ke-130 Kodim 1808/Mansel, Sukses Raih Overprestasi

7 November 2026

Kejar Target Sebelum Penutupan, Satgas TMMD Ke-130 Bersama Warga Rampungkan Pembangunan MCK

7 November 2026

Ketika ditanyakan mengenai pertanian yang diindikasikan aliran airnya terkontaminiasi limbah, ia menuturkan, bisa saja warganya tidak mengetahui bagaimana dampaknya. Sebab selama masih bisa tumbuh dan menghasilkan, warganya masih terus menanam padi.

Bahkan ia menambahkan, sumber air untuk mengairi sawah itu berasal dari Cimahi. Bukan dari Margaasih. Karena kebanyakan warganya hidup dari limbah pelastik bukan menjadi petani. Jadi hanya sedkit lahan pertanian yang tersedia saat ini.

Intinya, Djoko menuturkan, dari limbah pelastik warga Margaasih bisa hidup dan berkembang dengan baik. “Makanya muncul istilah ‘Kuya’ yang menjadi trendy sekarang,” tutup Djoko sambil tersenyum kecil.***

Previous Post

Partai Golkar Usung 2 Nama Untuk Bakal Calon Bupati Majalengka

Next Post

Tinggalkan Tanah Air, Kontingen Garuda (Konga) Monusco 2024 Berangkat Menjaga Perdamaian di Republik Demokratik Kongo

Related Posts

TNI-POLRI

Katim Wasev Apresiasi Satgas TMMD Ke-130 Kodim 1808/Mansel, Sukses Raih Overprestasi

7 November 2026
TNI-POLRI

Kejar Target Sebelum Penutupan, Satgas TMMD Ke-130 Bersama Warga Rampungkan Pembangunan MCK

7 November 2026
TNI-POLRI

TNI Temukan Black Box MI-17, Kunci Penting Pengungkapan Penyebab Kecelakaan

7 November 2026
TNI-POLRI

Kepala Kampung Yamboi Apresiasi TMMD Ke-130, Berharap Program Bedah Rumah Terus Berlanjut

7 November 2026
TNI-POLRI

Tim Wasev TMMD Ke-130 Berbagi Kebahagiaan, Anak-Anak Kampung Yamboi Sumringah

7 November 2026
TAUZIAH-Kapolres Wonogiri, AKBP Deni Septiawan saat memberikan Tauziah para Santri Ponpes Al-Barru saat Safari Subuh. (Foto Doc. Polres).
TNI-POLRI

Kapolres Wonogiri: Melalui Safari Subuh, Silaturahmi Semakin Erat

7 November 2026
Next Post

Tinggalkan Tanah Air, Kontingen Garuda (Konga) Monusco 2024 Berangkat Menjaga Perdamaian di Republik Demokratik Kongo

JDIH DPRD Kota Cimahi

LPKL

BEDA Itu pilihan

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA

MFC - Bedanews.com ยฉ 2021

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result

MFC - Bedanews.com ยฉ 2021