Jakarta, BEDAnews.com
TNI Angkatan Udara menggelar acara hari ulang tahunnya yang ke-69 tahun di Landasan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Kamis (9/4), dengan mengerahkan prajurit TNI AU sesuai kemampuannya dalam demo udara dan demo darat.
Puluhan prajurit Detasemen Bravo Paskhas menunjukkan kemampuannya dalam simulasi pembebasan sandera. Dalam atraksi pembebasan sandera tersebut, prajurit TNI mendekati dan menembaki mobil yang menawan sandera.
Sementara di udara, helikopter Super Puma berada memantau pergerakan prajurit dari atas. Hanya dalam hitungan menit, sandera pun dibebaskan dan diselamatkan dengan helikopter Super Puma. Kemudian pelaku teroris diamankan oleh prajurit TNI dan digelandang menaiki mobil tempur Korpaskhas.
Atraksi simulasi pembebasan sandera tersebut pun membuat warga yang menonton takjub. Mereka mengaku merasa senang bisa melihat langsung aksi pembebasan sandera oleh prajurit TNI AU. "Cepat juga ya pembebasan sanderanya mirip di film-film action, merinding lihatnya dan dengar tembakannya," celetuk salah satu warga yang menonton pembebasan sandera itu sambil mengacungkan jempol.
Sementara itu, Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau) Marsekal TNI Agus Supriatna, mengatakan, Indonesia sedang dilanda pengaruh gerakan radikal Negara Islam Irak dan Suriah. Oleh sebab itu, pihaknya akan mencegahnya baik dari luar negeri maupun dalam negeri.
"Masalah terorisme dan gerakan radikal ISIS sangat mengkhawatirkan dan meresahkan kita sebagai umat beragama," kata Agus dalam sambutan nya.
Selain itu, menurut dia permasalahan lain juga sedang dialami pemerintahan Jokowi- JK seperti penangkapan ikan dan penebangan kayu secara ilegal. Bahkan peredaran narkoba juga menjadi keprihatinan tersendiri.
"TNI AU aktif bersama komponen bangsa lainnya guna mencari solusi pemecahan masalah yang substantif dan menyentuh pada akar permasalahannya," katanya.
Lanjutnya, pihaknya juga menerapkan revolusi mental terhadap prajurit TNI AU dalam menjalankan tugasnya. Sebab itu, dia mengharapkan revolusi mental segera tercapai dengan meningkatkan pelaksanaan reformasi di tubuh TNI AU.
"Krisis paling utama adalah krisis akhlak yang berindikasi minimnya nilai kejujuran, amanah, tanggung jawab dan runtuhnya kebersamaan," ujarnya. (MR)













