Bus listrik berkapasitas 33 kursi dengan tipe heavy duty, berbobot 15,2 ton, serta menggunakan baterai Lithium Iron Phosphate berkapasitas 255 kWh dengan kecepatan maksimal 100 km/jam tersebut, telah melalui serangkaian uji ekstrem meliputi getaran, kejut mekanis, perendaman air, api eksternal, hingga arus lebih. Bus ini juga dilengkapi fitur keselamatan seperti Main Power Cut Off Switch, pemadam APAR otomatis di ruang baterai/kontrol dan deteksi asap serta GPS tracking, battery monitoring, dan CCTV 12 kamera.
Dihadapan awak media, Kasal mengungkapkan bahwa, penggunaan bus listrik untuk angkutan personel TNI AL, khususnya yang berdomisili di kompleks perumahan yang relatif jauh dari satuan kerja, sangat bermanfaat. Selain meningkatkan efisiensi mobilitas prajurit, penggunaan bus listrik ini juga berkontribusi dalam mengurangi polusi udara di wilayah Jakarta.













