“Perkembangan teknologi, seperti pemindaian intraoral, pencitraan tiga dimensi, rekam medis elektronik, hingga kecerdasan artifisial, dapat mendukung ketepatan diagnosis dan peningkatan kualitas perawatan. Namun, pemanfaatan teknologi tersebut harus tetap diimbangi dengan kompetensi, ketelitian dan etika tenaga medis, serta pengamanan informasi yang ketat dalam pengelolaan data kesehatan prajurit,” ujar Kasal.
Lebih lanjut, Kaladokgi REM menyampaikan bahwa, pemanfaatan teknologi digital imaging, kecerdasan buatan (AI) dan teledentistry diharapkan mampu meningkatkan ketepatan diagnosis, efektivitas pelayanan, serta memperluas akses masyarakat terhadap layanan kesehatan gigi dan mulut yang berkualitas, sebagai bagian integral dari kesehatan tubuh secara menyeluruh.













