Kasal menegaskan bahwa jati diri Taruna AAL adalah sebagai calon pemimpin TNI AL dan bangsa yang harus siap menghadapi dinamika ancaman multidomain, mulai dari perang siber, drone, _electronic warfare_, hingga perang informasi.
Kasal juga menegaskan komitmen TNI AL untuk menghentikan segala bentuk tradisi kekerasan yang tidak bermanfaat. Pola pendidikan yang diterapkan adalah pendidikan keras untuk membentuk mental petarung, namun tetap menjunjung tinggi martabat manusia dan tidak melanggar hukum serta HAM.
Kehadiran Pangkormar dalam kegiatan ini menunjukkan dukungan penuh Korps Marinir terhadap pembinaan karakter dan profesionalisme calon perwira muda TNI AL sebagai Ksatria Pengawal Samudera.













