Kedua: Sosok Kartini seperti apa yang dibutuhkan dalam konteks Indonesia Emas? Indonesia Emas 2045 membutuhkan sosok “Kartini baru” yang adaptif, kolaboratif, dan berbasis nilai. Kartini masa kini bukan hanya simbol emansipasi perempuan, tetapi figur transformasional yang mampu mengintegrasikan literasi digital, kecerdasan emosional, dan kepemimpinan sosial.
Kartini yang dibutuhkan adalah individu yang mampu menjembatani ilmu dan aksi. Ia tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga produktif dalam karya dan berdampak bagi masyarakat. Dalam kerangka pembangunan SDM, sosok ini mencerminkan karakter unggul: inovatif, berintegritas, dan berorientasi pada solusi.
Lebih jauh, Kartini masa depan harus mampu beradaptasi dengan era Society 5.0, di mana teknologi tidak menggantikan manusia, tetapi memperkuat nilai kemanusiaan. Ia menjadi agen perubahan yang memanfaatkan teknologi untuk pendidikan, pemberdayaan, dan keadilan sosial.













