“Tujuan akhirnya bukan gedungnya, tetapi agar melalui ibadah kita menjadi pribadi yang semakin rendah hati, semakin mengasihi sesama, dan semakin serupa dengan Yesus Kristus,” pesannya.
Ketua Panitia Pembangunan, Marsda TNI (Purn) Benedictus Wijanarko, mengatakan, pembangunan gereja merupakan jawaban atas kebutuhan umat Katolik di kawasan Jatisari yang terus bertambah. Jika pada 1999 jumlah umat sekitar 100 orang, kini telah mencapai 1.826 orang sehingga keberadaan gereja menjadi kebutuhan yang mendesak.
“Ini adalah mimpi yang akhirnya menjadi kenyataan setelah menunggu hampir 30 tahun sejak 1996. Kami bersyukur seluruh proses perizinan dapat dilalui dengan baik berkat dukungan banyak pihak,” kata Benedictus.
Ia menjelaskan, proses pembangunan dimulai dari terbitnya izin Kepala Staf Angkatan Udara pada Agustus 2023, kemudian dilanjutkan dengan rekomendasi Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Kementerian Agama Kota Bekasi, persetujuan pemanfaatan aset, izin Wali Kota Bekasi, hingga Surat Keputusan pembangunan gereja yang terbit pada 6 Juli 2026.













