“Kita bersyukur kepada Tuhan yang telah menggerakkan hati banyak orang sehingga, meski melalui berbagai tantangan, akhirnya pembangunan gereja ini dapat dimulai. Yang diletakkan hari ini bukan hanya batu pertama sebuah bangunan, tetapi juga fondasi kehidupan umat yang akan bertumbuh di tempat ini,” ujar Kardinal.
Mengacu pada bacaan Kitab Suci, Kardinal Suharyo mengingatkan bahwa, tujuan utama membangun gereja bukanlah mendirikan bangunan megah, melainkan membentuk umat yang semakin rendah hati, semakin dekat kepada Tuhan dan semakin mampu menghadirkan kasih bagi sesama. Ia menjelaskan bahwa kerendahan hati merupakan dasar seluruh keutamaan, sebagaimana dicontohkan Yesus Kristus yang rela mengosongkan diri demi keselamatan umat manusia.













