“Setelah kejadian awalnya para korban bencana (pergeseran tanah) tidak langsung membuat atau bergeser ke tempat pengungsian akan tetapi ikut numpang dulu bersama sanak keluarga dan tetangga yang tidak terancam oleh pergeseran tanah, akan tetapi setelah beberapa hari karena pertimbangan lain dan juga setelah ada tempat yang bisa untuk di tinggali sementara dengan aman maka baru mereka membuat tenda pengungsian sementara,” terang Kapolsek Sukanagara.
Kapolsek Sukanagara berharap, bantuan kepada pihak-pihak terkait karena sarana yang ada di lokasi pengungsian masih banyak kekurangan, seperti tenda yang layak pakai baru satu dari dua tenda ukuran besar yang di butuhkan, Kebutuhan pokok sehati hari (sembako) baru ada dari relawan setempat dengan jumlah terbatas dan kebutuhan papan serta sanitasi belum layak.












