Ditambahkan Zain, personil yang berpatroli juga melakukan dialog dengan petugas keamanan dan masyarakat untuk mengantisipasi terjadinya tindak kejahatan. Termasuk waspada terhadap pelaku kejahatan melakukan penyamaran, seperti mengaku-ngaku sebagai ojek online mengantar makanan (go food), petugas PAM, maupun petugas PLN, termasuk mengaku angkutan travel.
“Jadi, kami (polisi) minta para tenaga keamanan agar mengetahui rumah warga mana saja yang di tinggalkan mudik. Kita juga sarankan untuk terapkan “one gate system” atau keluar masuk melalui satu pintu,” terangnya.
Kapolres mengaku, pihaknya melalui bhabinkamtibmas yang ada di tiap lingkungan sudah mendata dan memetakan wilayah pemukiman yang banyak ditinggal mudik penghuninya.
“Semua sudah kelompokan, dan dari pengelompokan itu baru kita fokuskan patroli secara berkala. Dalam pelaksanaan patroli ada titik-titik singgung antara patroli Polsek dengan patroli polres,” terang Zain.













