Bhabinkamtibmas juga diminta memetakan wilayah rawan, khususnya lokasi yang kerap menjadi titik kumpul remaja menjelang sahur maupun selepas subuh. Sinergi dengan Babinsa dan kepala desa perlu diperkuat, termasuk mengaktifkan kembali pos kamling sebagai langkah deteksi dini.
“Kedepankan pembinaan. Namun, jika tetap terjadi pelanggaran hukum, lakukan penindakan secara tegas dan humanis sesuai prosedur,” kata AKBP Samel.
Dalam kesempatan itu, ia kembali mengingatkan personel agar memedomani commander wish Kapolres Demak, yakni WALI (Waspada, Amanah, Lugas, Inovatif).
Waspada berarti peka terhadap setiap potensi gangguan keamanan dan perubahan sosial di lingkungan masyarakat. Amanah dimaknai sebagai pelaksanaan tugas secara jujur dan bertanggung jawab guna menjaga kepercayaan publik. Lugas mengandung arti bersikap tegas, jelas, dan tidak berbelit dalam bertutur kata maupun bertindak. Sementara Inovatif menuntut personel untuk kreatif dan adaptif, termasuk dalam pengembangan pelayanan publik berbasis teknologi dan presisi.













