Kapolres menyoroti tren sahur on the road (STR) dengan penggunaan pengeras suara berlebihan atau sound horeg. Tradisi membangunkan sahur, kata dia, kini kerap berubah menjadi ajang unjuk kekuatan audio yang mengganggu waktu istirahat warga dan memicu gesekan antar kelompok.
Ia juga mengingatkan potensi bahaya dari perang sarung yang tidak lagi sekadar permainan. Dalam sejumlah kejadian, perang sarung diisi benda keras hingga batu sehingga berisiko menimbulkan luka serius.
Selain itu, peredaran minuman keras dan penggunaan petasan masih menjadi ancaman yang dapat memicu keributan serta kebakaran. Aksi balap liar di jalan raya pun dinilai membahayakan keselamatan pelaku maupun pengguna jalan lainnya.
Menghadapi situasi tersebut, Kapolres menginstruksikan Bhabinkamtibmas untuk mengedepankan edukasi dan langkah preventif. Mereka diminta aktif berkoordinasi dengan tokoh agama, tokoh pemuda dan perangkat desa guna mengingatkan pentingnya menjaga kesucian Ramadan.













