Ditambah, dalam menyelesaikan kasus korupsi ini penguasa cenderung bersikap tebang pilih. Bukannya fokus menyelesaikan sistemnya, tapi hanya seputar pada ketakwaan perorangan saja. Seperti pada peringatan Hari Antikorupsi Sedunia (/12/2021), Menteri Agama Yaqut menyatakan korupsi adalah musuh bersama sehingga perlu gerakan bersama dan terpadu dalam membangun perilaku antikorupsi yang harus dimulai dari keluarga serta butuh keteladanan orangtua.
Namun bagaimana mungkin korupsi bisa diatasi, bila sistem sekularisme masih mencengkeram negeri ini. Sistem yang mengharuskan aturan agama dijauhkan dari kehidupan. Tentu itu menjadi salah satu penyebab mudahnya orang melakukan korupsi. Karena agama hanya dijadikan sebagai ritual saja, tapi tidak dijadikan pedoman dalam melakukan suatu perbuatan. Apakah hal itu diperbolehkan atau dilarang oleh Tuhannya. Demikian pula dengan faktor lingkungan yang rusak, jauh dari aturan agama, maka lambat-laun pemikirannya pun mudah terkotori hingga terjadilah kebiasaan yang buruk. Salah satunya menghalalkan korupsi yang jelas diharamkan oleh agamanya.













