Tasikmalaya, BEDAnews
Kantor desa merupakan tempat dimana masyarakat bisa dilayani karena merupakan fasilitas umum yang paling dekat tempatnya dengan masyarakat dan seharusnya tempat tersebut memiliki fasilitas yang memadai dan memberikan rasa aman dan nyaman baik kepada aparat desanya maupun kepada masyarakat yang datang.
Lain halnya dengan kantor desa Guranteng kecamatan Pagerageung kabupaten Tasikmalaya, yang kini terlihat rusak parah dan bangunannnya sudah doyong sangat memprihatinkan.
Ketika Bedanews.com menemui kepala desa Guranteng di kantornya Selasa (14/05) Nunu Supriatna, memaparkan kantor desa yang sudah kurang lebih 2,5 tahun di tempatinya terserbut belum pernah mengalami perbaikan dan selama 2 tahun saya sudah mengajukan proposal bantuan rehab baik ke pemerintah kabupaten tasikmalaya, ke DPRD kabupaten tasikmalaya maupun ke DPRD provinsi jawa barat tapi sampai saat ini belum ada realisasi paparnya.
Nunu menambahkan, semakin lama kerusakan kantor desa semakin parah kusen kusen sudah pada lapuk dimakan usia, eternit pada bolong, dan kayu reng sudah pada doyong (ngagarayot) , bagaimana mau melayani masyarakat dengan baik kalau setiap hari kami merasa tidak aman ketika bekerja karena takut bangunannya rubuh. Apa harus ditutup saja kantor desa ini? Tegas Nunu.
Harapan saya kepada pemerintah segera memberikan bantuan untuk rehab berat kantor desa Guranteng khususnya agar perbaikan kantor desa kami cepat terealisasi pungkasnya. (Anton/Endang)











