“Jika tanggal 14 Februari nanti masyarakat Kabupaten Bandung dan Kabupaten Bandung Barat memilih dan mengikhlaskan saya menjadi wakilnya (DPR), itu innalillahi wa Inna ilaihi rojiun,” ucap Kang Yusep.
Karena menurutnya, apa yang sudah menjadi janji saya kepada masyarakat yang terwakili harus saya kerjakan.
“Jangan kan janji ke masyarakat, kita punya hutang sepuluh perak bisa gak jadi masuk surga,” tuturnya.
“Tapi kalo saya gak dapet (jadi pilihan rakyat), ya Alhamdulillah saja. Artinya janji saya tidak perlu saya lakukan,” imbuhnya.
Secara tidak langsung ia juga menyentil pihak-pihak yang masih menggunakan money politik dalam kontestasi pesta demokrasi.
Kalau hanya demi mendapatkan suara masyarakat dengan memberikan uang atau money politik, niat dan tujuan politiknya sudah rusak. Dirinya juga tidak ambil pusing tidak dipilih dari orang yang hanya mengedepankan politik transaksional.











