“Kami punya kawasan bebas sampah di 180 RW. Ada juga 2 kelurahan masuk kawasan bebas sampah, Cihaurgeulis dan Kelurahan Sukamiskin,” tuturnya.
“Bank sampah 803 pun tersebar di kecamatan, kelurahan, sekolah juga instansi dan perkantoran. Bank sampah juga ada, juga Waste To Gold sampah di tabung ketika sudah mencapai sekitar Rp 40 ribu ditukar menjadi emas,” imbuhnya.
Jadi, kata Dudi, solusi penanganan banjir yang ditawarkan DLHK Kota Bandung salah satunya adalah dengan dengan terus menggelorakan terus program Kang Pisman. Selain itu juga, dengan cara klasik, yakni terus melakukan sosialisasi atau imbauan masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan, apalagi membuang sampah ke sungai.
“Jangan membuang sampah sembarangan, apalagi membuang sampah ke sungai agar tidak menimbulkan dampak banjir,” pungkas Dudi yang kemudian saat ditemui di kantornya.**(ADV)













