Tokoh olahraga asal Jawa Timur itu tidak asal bicara. Gede memang sarat pengalaman terkait infrastruktur olahraga. Sebab, dia mengelola beberapa lapangan sepak bola di beberapa kota besar di Indonesia.
“Kalau PON dipaksakan, ada banyak hal yang dikorbankan. Anggaran dan juga keselamatan atlet. Risiko bagi atlet cukup besar. Persiapan mereka bakal tak terarah jika dipaksakan bertanding di venue yang belum siap,” papar Gede.
Kalau infrastruktur belum siap, Gede menyebut, solusinya adalah menunda pelaksaan PON XXI 2024. “Solusinya memang hanya satu, diundur,” sebutnya.
Diundur bukan dibatalkan. Dengan diundur, maka tuan rumah punya waktu yang cukup untuk menyelesaikan venue. Selain itu, juga punya waktu untuk menggelar tes event dan tes venue. Dengan begitu, saat PON XXI digelar, semua venue benar-benar aman dan nyaman untuk bertanding.













