Reda kemudian menyampaikan pengalamannya yang berhubungan dengan pers. Ia tahu kehidupan pers, karena ketika kuliah dia menjadi pemimpin redaksi pers kampus.
“Saya tahu suka duka wartawan mencari berita,” tutur pria kelahiran Jakarta, 20 Juni 1969 itu.
Dulu ketika ia pulang dari Jakarta di Serang, ia sering melihat gedung Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) yang kelihatan suram. “Saya ingin mampir,” kata mantan Kajati Banten itu.
Dia akhirnya mampir ke PWI Banten itu, walaupun beberapa wartawan berniat berkunjung ke kantor Reda.
“Kami minta kami saja yang datang ke kantor PWI untuk berkenalan dengan wartawan-wartawan,” kata Reda.
“Banyak manfaatnya, selain bisa membantu informasi wartawan supaya beritanya berimbang, juga ada manfaat lain yang tidak langsung. Ada untungnya saya bisa jadi Kajati DKI Jakarta sekarang,” tambahnya yang disambut ketawa “gerr” dari hadirin. (Red).













