Reda Manthovani kemudian melanjutkan jenjang lebih tinggi, strata dua di Perancis, yakni di Faculté de Droit de l’UniversitédAix, Marseille III France, (2001-2002). Gelarnya menjadi, SH, LL.M.
Setelah menerima piagam penghargaan Sahabat Pers Indonesia dari Ketua Umum SMSI, Firdaus, ia dipersilakan naik panggung.
Lalu ia berbicara dengan suara kalem di depan hadirin dan pengurus SMSI antara lain Aat Surya Safaat, Lesman Bangun, Ervik Ary Susanto, Bernadus Wilson Lumi, M. Nasir, Dar Edi Yoga, Zulnadi dan Gugus Suryaman.
Di deretan meja paling depan, dekat panggung, juga hadir Komandan Pusat Sandi dan Siber TNI Angkatan Darat, Brigjen TNI Iroth Sonny Edhie, Drs. KH. M. Ma’shum Hidayatullah, MM, Kiai terkenal di kalangan TNI, Mayjen TNI (Purn) Joko Warasito, Mayjen TNI (Purn) Wuryanto, Brigjen Yudha, dan Pegasus Kepala Staf TNI Angkatan Darat, Asep, dan pendiri Bukit Algoritma, Budiman Sudjatmiko.













