Kemudian juga disepakati BLK (Balai Latihan Kerja) Kabupaten Kota untuk bersama-sama dengan provinsi melakukan zonasi BLK sesuai dengan potensi dan peluang kerja di daerah, Misalkan BLK di Kota Bandung berorientasi kepada pelatihan kepariwisataan.
Ade juga menitik beratkan dalam Meeting ini untuk merealisasikan Blue Print Migrant Centre, agar seluruh kabupaten kota terlibat dalam Migrant care dengan Provinsi sebagai core nya, mulai dari recruitment.
Dikatakannya. Kita ingin kabupaten kota integral dalam migrant centre, jadi tidak ada istilah kabupaten kota memberangkatkan sendiri tenaga kerja ke luar negeri.
“Pekerja Migrant harus jadi sektor bisnis pemerintah, sistem navigasi akan mengikat senua, nantinya hanya ada satu pintu di dinas tenaga kerja dan Transmigrasi provinsi,” pungkasnya. @hermanto













