“Sebenarnya Ponpes ini sudah dapat job order. Sudah ada permintaan dari Genso, sebuah perusahaan restoran di Jepang,” ucapnya.
“Bagi perempuan tanpa harus membuka kerudung untuk bekerja di Jepang. Kita sudah memperjuangkan hal itu dan berhasil,” pungkasnya.
Dari 65 Mahasantri yang maju ke depan untuk ikut kerja ke Jepang. Ternyata sudah ada 2 Mahasantri yang sudah lulus N4, itu artinya, keduanya akan segera di wawancara pihak Jepang. Sedangkan yang belum memiliki sertifikat N4 akan mengikuti kursus bahasa Jepang.
Pada seminar yang diselenggarakan di Aula Pesantren Al Fath itu, Kadin Indonesia memberikan biaya gratis kepada 25 anak yatim piatu Mahasantri Al Fath yang tersebar di 25 Provinsi untuk bekerja ke Jepang.
Selain itu, Liana Segrus Co Ltd juga tidak mau kalah, dengan memberikan santunan Rp 1 Juta perbulan, bagi 3 mahasantri Ponpes Al Fath yang berasal dari Jawa Timur dan Maluku.













