Mochtar menyebutkan, krisis politik tahun 98 di Indonesia salah satu pemicunya adalah krisis moneter,
belum lagi ancaman krisis pangan 2023 dipicu Perang Rusia-Ukraina.
“Situasi ini diperparah dengan membengkaknya import bahan pangan seperti beras, jagung, kedeli, dan lainnya,” tandas Mochtar.
Kedua, kata dia, pada tanggal 3 Oktober 2022 Partai Nasdem mendeklarasikan Capresnya Anies Baswedan yang terkesan tidak menghormati Kabinet Indonesia Maju pimpinan Jokowi.
“Parahnya, Capresnya orang yang “dipecat” dari Kabinet Jokowi, sehingga mengarah pada memperkuat oposisi. Akibatnya. Bisa saja rapat kabinet tertutup bocor keluar kalau 3 anggota kabinet dari Nasdem belum direshuffle. Dalam hubungan ini bisa saja pertemuan Bu Mega dengan Presiden Jokowi di Istana Batu Tulis 8 Oktober 2022 lalu membicarakan tentang reshuffle kabinet,” kata Mochtar Mohamad.













