“Kalau airnya dangkal masih bisa dilewati, tapi tetap sulit karena licin. Kadang ada yang jatuh. Anak-anak sekolah juga sering pulang ganti baju, karena baju yang dikenakannya basah atau kotor,” kata Hariyanto salah satu warga Bungkal.
Hariyanto menambahkan, kondisi menjadi jauh lebih berbahaya saat musim hujan tiba. Debit air yang meningkat disertai arus sungai yang deras membuat penyeberangan nyaris mustahil dilakukan. Akibatnya, warga terpaksa memutar beberapa kilometer melalui Desa lain hanya untuk sampai ke tujuan.
Sementara itu, Pjs. Kasiter Korem 081/DSJ, Mayor Arm Timbul Moedjihartoyo menegaskan bahwa, program Jembatan Garuda yang diinisiasi langsung Presiden Prabowo Subianto dan dilaksanakan oleh TNI AD merupakan bentuk kepedulian pemerintah dalam mengatasi masalah keterbatasan aksesibilitas masyarakat di berbagai daerah.













