Di sektor transportasi, kendaraan besar tidak akan diizinkan masuk ke zona inti kegiatan. Sebagai gantinya, Bentor sebagai moda transportasi khas Gorontalo akan dioperasikan secara maksimal untuk melayani mobilitas peserta.
Panitia juga telah berkoordinasi dengan maskapai penerbangan guna menyiapkan penerbangan tambahan (extra flight) untuk mengakomodasi arus kedatangan peserta yang berasal dari unsur KTNA, petani hutan, alumni magang Jepang, hingga jajaran pemerintah daerah se-Indonesia.
Muljady yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Gorontalo menegaskan, pelaksanaan PENAS XVII turut membawa dampak jangka panjang bagi masyarakat.
“Ada percepatan pembangunan fisik seperti perbaikan jalan, peningkatan sanitasi, dan fasilitas umum. Ini adalah investasi jangka panjang untuk masyarakat Gorontalo,” jelasnya.













