BEDAnews, Bandung
Menjelang kenaikan harga BBM, 1 April mendatang, Polda Jabar meningkatkan penjagaan di ibukota provinsi, yaitu Kota Bandung khususnya Bandar Udara Husein Sastranegara, Stasiun Kereta Api, dan Terminal dengan jumlah 1328 personel dari jumlah total 10.250 personel.
Meningkatnya aktivitas masyarakat yang mengungkapkan aspirasi penolakan terhadap rencana kenaikan BBM oleh pemerintah, Polda Jabar pun makin menyiagakan personelnya untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, terlebih melihat aktivitas massa di luar Jawa Barat yang mulai meningkat. Dikhawatirkan akan berimbas ke Jawa Barat, komunikasi dan koordinasi antara satuan wilayah pun terus ditingkatkan.
"Siaga tetap, tidak ada rencana kenaikan BBM pun selama ini kami selalu siaga. Hanya, kontennya saat ini mungkin ada sedikit peningkatan," ujar Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Martinus Sitompul disela pengamanan Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Bandung, Kamis (29/3).
Untuk mengantisipasi ketiga lokasi vital tersebut, dari jumlah total 10.250 personel yang disiagakan dalam rangka kenaikan BBM, polisi menurunkan 1328 personel termasuk pengamanan jalur para pengunjukrasa.
Dari jumlah tersebut, terbagi atas 879 personel anggota Polrestabes Bandung, 449 dari Polda Jabar (2 SSK Dalmas, 3 SSK Brimob)."Kami persiapkan juga cadangan on call, sebanyak dua ribu personel," kata Martinus. (Lanie)











