Allah sendiri sudah menegaskan: “Dan tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit.” (QS. Al-Isrâ` [17]: 85).
Dengan sedikitnya ilmu kita, maka tidak seharusnya setiap pertanyaan dijawab. Namun, kita sering tergesa-gesa. Begitu ada pertanyaan, buru-buru menjawab. Seakan semua harus dijelaskan. Seakan semua orang layak mendapat jawaban. Padahal, tidak semua orang yang bertanya untuk belajar. Ada yang bertanya untuk mengetes, ada yang sekadar bermain-main. Jika kita gegabah, jawaban kita bisa jadi blunder pada diri kita.
Itulah kenapa, para politisi sering menjawab pertanyaan wartawan: “no comment”. Artinya apa? Mereka sedang menjalankan strategi, bahwa dalam politik membutuhkan seni komunikasi agar tidak nampak bodoh. Mereka menyadari betul, kalau setiap pertanyaan wartawan dijawab, bisa menimbulkan salah paham, apalagi jika substansinya tidak dikuasai. Maka, kalau toh menjawab, itu jawaban diplomatis.












