Sesungguhnya Indramayu semula ditarget 1.000 hektare lahan padi organik. Namun, dengan berbagai situasi yang cukup mendukung, angkanya kemudian digerek menjadi sekitar 2.000 haktare. Angka tersebut sangat memungkinkan mengingat lahan pertanian berkelanjutan di Indramayu seluas 84.000 hektare.
Angka-angka tersebut memang bukan rekaan. Tidak mengherankan jika Indramayu menjadi satu-satunya kabupaten yang diberi pilot project dari 27 kabupaten kota di Jabar. Di seluruh Indonesia semua tersebar hanya di 10 provinsi.
Penerapan penggunaan POC juga tidak terlepas dari bantuan Badan Standarisasi Instrumen Pertanian (BSIP) Jabar. BSIP turut mengawal implementasi penggunaan POC. Penggunaan POC memang tidak bisa dilakukan di semua lahan sawah secara serta-merta. Biasanya petani akan mempertanyakan kisah sukses yang bisa dijadikan rujukan.












