Selanjutnya, pada tahun 2023 Indramayu masih tetap peringkat tertinggi tingkat nasional. Padahal pada tahun tersebut terjadi fenomena el-nino yang menyebabkan kemarau lebih panjang dari biasanya. Pada tahun 2023 produksi gabah Indramayu sebesar 1,67 juta ton GKP, setara 1,37 juta ton GKG.
Pada tahun 2024 Indramayu juga bisa dipastikan akan kembali menjadi juara nasional. Hal itu ditunjukkan dengan adanya peningkatan hasil panen di beberapa desa atau kecamatan. Misalnya, di Kecamatan Jatibarang. Hasil yang didapat di Desa Jatisawit Lor meningkat dari 6 ton per hetare menjadi sekitar 13 ton per hektare.
Di Desa Jatisawit diterapkan penggunaan pupuk organik cair (POC). Di bawah binaan Gapoktan Sri Makmur, diujicobakan pada lahan seluas 103 hektare, tersebar di beberapa titik. Sekali lagi, hasilnya sungguh mencengangkan.












