“Sehingga waktu pembekalan untuk menulis karyanya itu mereka harus punya pola apa yang akan dilakukan sekian tahun ke depan, apa yang dilakukan saat ini, dan darimana dimulai. Jadi ketika mereka mentranformasikan infomasi kepada orang lain itu harus diolah dulu, sehingga menjadi informasi yang valid,” bebernya.
Lebih lanjut Kepala Bidang Pengembangan Perpustakaan dan Pembudayaan Kegemaraan Membaca Disarpus Kota Bandung, Felly Lastiawati menuturkan, Jambore Budaya Baca dan Festival Duta Baca ini juga sekaligus untuk mendongkrak indeks baca masyarakat Kota Bandung.
Felly mengungkapkan, pada tahun 2020 indeks baca masyarakat Kota Bandung berada di angka 74,76. Masuk dalam level 2 atau kategori cukup mendekati baik.
“Tahun ini kita juga lakukan kajian terkait indeks gemar membaca. Kaitan dengan pandemi ini kita mengubah mindset. Salah satu indikator kunjungan ke perpustakaan kami lakukan terobosan bagaimana masyarakat mengakses layanan digital e-Pustaka,” kata Felly.













