• DISCLAIMER
  • PEDOMAN MEDIA CYBER
  • TENTANG KAMI
  • REDAKSI
  • Contact Us
Senin, September 21, 2026
  • Login
Bedanews
Advertisement
  • TNI-POLRI
  • Headline
  • Ragam
  • News
  • Politik
  • Edukasi
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Karya
  • Profil
No Result
View All Result
  • TNI-POLRI
  • Headline
  • Ragam
  • News
  • Politik
  • Edukasi
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Karya
  • Profil
No Result
View All Result
Bedanews
No Result
View All Result

Home ยป Jalur Pengkolan Macet Parah, Pemerintah Diam Saja

Jalur Pengkolan Macet Parah, Pemerintah Diam Saja

Asep Budi by Asep Budi
11 Juli 2015
in Tak Berkategori
0
0
SHARES
1
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Garut, BEDAnews

FUNGSI utama trotoar adalah untuk memberikan pelayanan kepada pejalan kaki sehingga dapat meningkatkan kelancaran, keamanan dan kenyamanan para pejalan kaki tersebut. Namun, faktanya banyak trotoar yang beralih fungsi menjadi lapak pedagang kaki lima (PKL), diperparah dengan area parkir sehingga menambah kesemrawutan kota.

Seperti yang terlihat di Jalur Pengkolan Garut Kota, pemandangannya sangat tidak mengenakan, apalagi    menjelang Lebaran. Para PKL memenuhi trotoar bahkan mendominasi badan jalan, hingga menyebabkan kemacetan yang sangat parah. Kondisi ini membuat Dinas Perhubungan dan kepolisian kewalahan untuk menertibkannya. Seakan tutup mata, walaupun mengenyampingkan hak para pejalan kaki dan pengguna jalan.

Eman (39), warga Desa Tarogong mengaku sangat kesulitan melintasi jalur Pengkolan tersebut, karena kemacetan yang amat sangat, terutama di Jalan Proklamasi akibat adanya penyempitan jalan.  “Waduh, kenapa kondisi parah ini dibiarkan. Pemerintah dan kepolisian jangan diam saja? Ayo tertibkan, demi kenyamanan pejalan kaki, pengguna jalan, dan keindahan kota,” desak Eman.

Seperti diketahui, Jalur Pengkolan Garut Kota ini merupakan jalur alternatif. “Tapi kalau kondisinya dipenuhi PKL dan lahan parkir, tidak menjadi jalur alaternatif lagi, malah menjadi jalur rumit,” timpal seorang pengendara kendaraan roda dua, Indri (40).

Jalan sudah tidak berfungsi sebagaimana mestinya, karena sudah berubah menjadi lapak PKL dan tempat parkir.  Akhirnya pejalan kaki harus mengalah dan terpaksa berjalan di atas badan jalan yang sangat berbahaya atau rentan terhadap kemungkinan kecelakaan.

“Berjalan kaki tanpa berdesak-desakan dan tanpa merasa was-was tertabrak kendaraan bermotor tampaknya merupakan hal sepele. Namun, di Garut kenikmatan sederhana itu masih merupakan kemewahan yang langka ditemui,” kata Indri, seraya mengharapkan tindakan nyata dari Satpol PP/penegak hukum lainnya dalam menerapkan aturan dan ancaman hukumannya, hingga bisa mengembalikan fungsi trotoar yang sebenarnya.[sighar]

 

 

BeritaTerkait

Panglima TNI Resmi Tutup Lomba Tembak Piala Panglima TNI 2026

20 September 2026

Sambut HUT TNI ke-81, Kodim 1710/Mimika Gelar Bakti Kesehatan

20 September 2026
Previous Post

Mahyaya Unggul Dalam Pemilihan Kepala Desa Pedaleman Kecamatan Tanara

Next Post

Prof Mahmud Pimpin UIN SGD atas Dasar Cinta

Related Posts

TNI-POLRI

Panglima TNI Resmi Tutup Lomba Tembak Piala Panglima TNI 2026

20 September 2026
TNI-POLRI

Sambut HUT TNI ke-81, Kodim 1710/Mimika Gelar Bakti Kesehatan

20 September 2026
TNI-POLRI

Kodim 1710/Mimika Rampungkan Jembatan Beton di Kelurahan Pasar Sentral

20 September 2026
TNI-POLRI

TNI Raih Empat Rekor MURI Melalui Berbagai Kegiatan Bersama Masyarakat

20 September 2026
TNI-POLRI

TNI Bagikan 22.000 Porsi Makanan Gratis Untuk Masyarakat pada TNI Fair 2026 Di Monas

20 September 2026
TNI-POLRI

Panglima TNI Pantau Bakti Kesehatan TNI Serentak Diseluruh Indonesia

20 September 2026
Next Post

Prof Mahmud Pimpin UIN SGD atas Dasar Cinta

Please login to join discussion

JDIH DPRD Kota Cimahi

LPKL

BEDA Itu pilihan

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA

MFC - Bedanews.com ยฉ 2021

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result

MFC - Bedanews.com ยฉ 2021