Garut, BEDAnews
Untuk mengurai kemacetan di jalur Kadungora -Garut, polisi menerapkan sistem one way atau buka tutup jalur. Rekayasa lalin ini sudah dilakukan sebanyak empat kali di kawasan Limbangan, Garut dengan durasi masing-masing sekitar 30 menit.
Menurut petugas kepolisian, memasuki H-5 lebaran, lonjakan kendaraan di jalur selatan Jawa Barat mulai terjadi Sabtu siang, 3 Agustus 2013 lalu. Akibatnya antrian kendaraan pun terjadi di seputaran Limbangan, Garut dan Nagreg, Kabupaten Bandung, sehingga one way mulai diterapkan.
Selain itu, sejak pukul 4 subuh Kemacetan terjadi di jalur Pasar baru Kadungora ini diakibatkan karena adanya pasar tumpah dan keluar masuknya angkutan kota, pasar tumpah dan tak hanya itu laju kendaraan juga terhambat karena banyaknya persimpangan dan delman atau andong yang beroperasi di wilayah tersebut.
Untuk memecah antrian kendaraan, jajaran kepolisian juga mengalihkan sebagian kendaraan dari Barat (Bandung-Jakarta) menuju Timur (Tasikmalaya-Jawa Tengah) melalui jalur Garut kota. Kendaraan dipecah dari turunan Nagreg, yakni Cikaledong kemudian diarahkan menuju Kadungora-Leles, jelas Kasatlantas Polres Garut AKP Sulman Azis kepada BEDAnews.com Minggu (4/8/2013) dilapangan.
Namun di jalur ini pun laju kendaraan juga terhambat karena adanya pasar tumpah di seputaran Leles. Antrian kendaraan pun mengular hingga sepanjang lima kilometer hingga perbatasan Garut-Bandung. Kendaraan di jalur Garut kota ini hanya bisa bergerak 30-40 kilometer perjamnya.
Menurut Sulman, volume kendaraan di wilayah Cileuyi-Nagreg akan terus mengalami peningkatan hingga malam nanti. Pasalnya, para pegawai dan sebagaan buruh telah libur kerja. Namun untuk saat ini arus lalulintas masih di dominasi pemudik lokal dari Bandung menuju Garut dan Tasikmalaya. (Sighar)











