“Dampaknya sangat besar, kita turun di Cipaganti mau narik siapa, penumpangnya siapa, tapi kalau bisa lewat Jalan Sederhana, walaupun dikit-dikit tetap ada. Kalau semua ke Sukajadi kan bertumpuk,” ujar Ketua Kelompok Pelayanan Usaha Margahayu-Ledeng Hendi.
Bertumpuknya trayek angkot tersebut, dikhawatirkan Hendi, bisa menimbulkan gesekan antara sopir. Hal itulah yang tak diinginkan oleh para pengusaha angkutan umum di Kota Bandung.
“Kami tidak mau ada gesekan. Mudah-mudahan aspirasinya direalisasikan oleh pihak terkait, dalam hal ini Dishub dan kepolisian,” tandasnya. [mae]











