Bandung, BEDAnews
Menghadapi bulan puasa dan lebaran ini, kondisi dan kemantapan jalan-jalan provinsi di Jawa Barat yang akan digunakan sebagai jalur transprotasi arus mudik dan libur lebaran, berada dalam kondisi 95 persen baik.
Bahkan para pekerja kini tengah bekerja meningkatkan kondisi jalan, terutama yang dilalui arus mudik lebaran yang ditargetkan selesai sebelum H-7 lebaran, demikian diungkapkan Kepala Dinas Bina Marga DR. M Guntoro kepada wartawan saat ditemui di gedung DPRD Jabar usai menghadari acara paripurna Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD (P2APBD) tahun anggaran 2011, Kamis (19/7).
Menghadapi arus mudik lebaran, jalan provinsi semuanya dalam kondisi laik dilalui oleh kendaraan bermotor. Baik itu, jalur Pantura (Karawang-Purwakarta – Subang – Indramayu – Cirebon), jalur tengah (Bandung – Sumedang – Majalengka – Cirebon – Kuningan), Jalur Bandung – Ciamis, Jalur Selatan (Sukabumi – Cianjur – Garut – Pangandaran) dan Jalur Barat (Depok – Bogor – Bekasi – Karawang).
Untuk jalur Bandung – Tasikmalaya khususnya di daerah Gentong, yang sering terjadi kepadatan akibat jalan menyempit dan ada tikungan, menjelang lebaran nanti tidak akan terjadi kemacetan lagi. Karena kini tengah dilebarkan dan dapat dipastikan selesai sebelum H-7 nanti, ujarnya.
Guntoro juga meyakinkan, untuk Jalur Nagreg pada lebaran nanti tidak akan terjadi kemacetan, karena selain sudah dilebarkan juga jalur Lingkar Nagreg sudah beres 100 persen. Dimana pemudik dari Bandung ke Tasik atau ke Garut lewat jalur Nagreg lama, sedangkan dari Tasik ke Bandung atau Garut Bandung kendaraan harus melintasi jalur lingkar Nagreg.
Adapun untuk jalur alternatif, Dinas Bina Marga Jabar, kini tengah melakukan pengerasan bahu jalan bahkan sebagian ada yang dibeton. Sehingga dapat mendukung lancarnya arus mudik lebaran 2012 mendatang. (hermanto)











